Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi untuk Percepat Ekonomi Sirkular di Indonesia

2 hours ago 6

loading...

IBCSD berkolaborasi dengan Rantai Tekstil Lestari (RTL) menyelenggarakan Roundtable Discussion Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. Foto/Dok

JAKARTA - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) berkolaborasi dengan Rantai Tekstil Lestari (RTL) menyelenggarakan Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT” sebagai bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sustainability 360 Forum 2026.

Forum ini mempertemukan pelaku dari berbagai bagian rantai nilai tekstil, mulai dari manufaktur, brand, pengumpul, pendaur ulang, penyedia solusi, lembaga riset, asosiasi industri, hingga pemerintah untuk mengidentifikasi tantangan, peluang, dan aksi kolaboratif yang dapat mempercepat penerapan ekonomi sirkular di sektor tekstil.

Sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor prioritas dalam Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025-2045, dengan kontribusi sebesar 1,3% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2023. Namun, penerapan ekonomi sirkular masih menghadapi tantangan seperti rendahnya tingkat daur ulang limbah tekstil yang baru mencapai 12% berdasarkan baseline 2023, terbatasnya pemanfaatan kembali material, serta belum optimalnya sirkularitas di rantai nilai TPT dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk

Selain itu, koordinasi antar pelaku industri, kesiapan teknologi, dan infrastruktur daur ulang masih perlu diperkuat, termasuk penguatan kebijakan agar lebih operasional di tingkat industri. Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani menekankan, bahwa ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan menyeluruh karena setiap pelaku memiliki peran yang saling terhubung.

Read Entire Article
Prestasi | | | |