Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran

3 hours ago 9

loading...

Setelah pandemi Covid-19 mereda, sekarang muncul wabah Hantavirus dan memicu spekulasi tentang siklus untung industri vaksin global. Foto/UNICEF.

JAKARTA - Munculnya kembali kekhawatiran global akibat wabah hantavirus membuat publik internasional kembali menyoroti industri vaksin dunia. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020–2022, sejumlah perusahaan farmasi global berubah menjadi raksasa ekonomi baru dengan keuntungan fantastis dari penjualan vaksin.

Beberapa perusahaan bahkan mencatat lonjakan pendapatan terbesar dalam sejarah korporasi mereka. Nilainya mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS) hanya dalam waktu singkat, didorong kontrak pembelian pemerintah, vaksinasi massal global, hingga kebutuhan booster tahunan.

Baca Juga: WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya


Daftar Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 yang Untung Besar

Berikut daftar perusahaan pembuat vaksin Covid-19 yang meraup keuntungan besar selama pandemi.

1. Pfizer dan BioNTech

•Produk vaksin: Comirnaty (Pfizer-BioNTech)
•Laba bersih: USD31,3 miliar
•CEO Pfizer: Albert Bourla
•Pendiri BioNTech: Pasangan ilmuwan Turki-Jerman; Ugur Şahin dan Ozlem Tureci

Pfizer dan BioNTech menjadi pasangan paling sukses dalam bisnis vaksin Covid-19. Keduanya mengembangkan vaksin berbasis mRNA pertama yang mendapat persetujuan luas di dunia Barat.

Laporan tahunan Pfizer menunjukkan bahwa vaksin Comirnaty menghasilkan pendapatan sekitar USD37,8 miliar pada 2022 saja. Pada 2021, penjualannya juga hampir mencapai USD36,8 miliar, menurut situs webnya.

Total pendapatan Pfizer sepanjang 2022 menembus rekor USD100,3 miliar, tertinggi dalam sejarah perusahaan. Laba bersihnya mencapai USD31,3 miliar.

Sementara itu, BioNTech yang sebelumnya hanya perusahaan bioteknologi kecil asal Jerman berubah menjadi perusahaan dengan cadangan kas puluhan miliar dolar AS berkat pembagian keuntungan vaksin bersama Pfizer. Bahkan komunitas investor di Reddit menyebut BioNTech sebagai perusahaan yang “membuat uang dalam jumlah tidak biasa dari vaksin Covid-19.”

2. Moderna

•Produk vaksin: Spikevax
•Laba bersih: USD12,2 miliar (2021) dan USD8,4 miliar (2022)
•CEO Moderna: Stéphane Bancel

Moderna menjadi simbol ledakan industri mRNA selama pandemi. Sebelum Covid-19, perusahaan ini belum pernah menjual produk vaksin secara massal. Namun pandemi mengubah segalanya.

Dalam periode pandemi, Moderna membukukan laba bersih sekitar USD12,2 miliar pada 2021 dan USD8,4 miliar pada 2022.

Vaksin Spikevax menjadi sumber utama pendapatan perusahaan. Namun setelah pandemi mereda, penjualan vaksin Moderna anjlok drastis hingga lebih dari 90 persen pada 2024 akibat menurunnya permintaan booster.

Kini Moderna kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut disebut tengah meneliti vaksin hantavirus di tengah munculnya wabah terbaru pada 2026.

Moderna dipimpin CEO Stéphane Bancel. Investor awal Moderna termasuk perusahaan investasi besar seperti Flagship Pioneering.

3. Sinovac Biotech

•Produk vaksin: CoronaVac
•Laba bersih: USD5,1 miliar (semester pertama 2021)
•Pendiri Sinovac: Yin Weidong, ilmuwan dan pengusaha bioteknologi asal China

Sinovac menjadi salah satu perusahaan Asia yang paling diuntungkan selama pandemi. Vaksin CoronaVac digunakan secara luas di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |