loading...
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (5/5/2026). FOTO/Aldhi Chandra
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026), turun 115 poin atau sekitar 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen datang dari global yaitu negosiasi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran tampak rapuh, dengan respons Teheran terhadap proposal AS menyoroti perbedaan mencolok yang membuat ketegangan kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran "dalam kondisi kritis," menunjuk pada ketidaksepakatan atas beberapa tuntutan, seperti penghentian permusuhan di semua lini, pencabutan blokade angkatan laut AS, dimulainya kembali penjualan minyak Iran, dan kompensasi atas kerusakan perang.
“Teheran juga menekankan kedaulatan atas Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Selasa Pagi Ambruk Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Sementara itu, pemerintahan Trump mengumumkan rencana pada hari Senin untuk meminjamkan 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) sebagai bagian dari upaya untuk meredam pasar minyak. Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah dari SPR AS sedang dalam perjalanan ke Turki, menandai pengiriman pertama ke negara Mediterania tersebut.
Pada saat yang sama, hanya beberapa hari sebelum pertemuan Trump yang direncanakan dengan Presiden China Xi Jinping, Washington menjatuhkan sanksi kepada tiga individu dan sembilan perusahaan, termasuk perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, karena memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke China.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)












