loading...
Sebanyak 217 bangunan dan 11 peralatan tempur di pangkalan militer AS hancur. Foto/X/@Iraqforeverlong
WASHINGTON - Serangan Iran telah merusak atau menghancurkan setidaknya 228 bangunan atau peralatan di lokasi militer AS di seluruh Timur Tengah sejak perang dimulai pada 28 Februari. Itu terungkap dalam investigasi Washington Post yang diterbitkan pada hari Rabu yang menganalisis citra satelit.
Laporan tersebut mengatakan skala kerusakan jauh lebih luas daripada yang telah diakui secara publik oleh pemerintah AS. Kerusakan teridentifikasi di 15 lokasi militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Washington Post mengatakan mereka menemukan 217 bangunan yang rusak atau hancur dan 11 peralatan yang rusak, termasuk hanggar, barak, gudang, depot bahan bakar, pesawat terbang, sistem radar, lokasi komunikasi, dan aset pertahanan udara.
Laporan tersebut mengatakan beberapa kerusakan terberat terkonsentrasi di Naval Support Activity Bahrain, yang menjadi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, dan di tiga fasilitas yang berbasis di Kuwait: Pangkalan Udara Ali al-Salem, Camp Arifjan, dan Camp Buehring.
Serangan Iran juga menghantam peralatan pertahanan rudal Patriot di Bahrain dan Kuwait, lokasi komunikasi satelit di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar, radome di beberapa fasilitas, dan radar serta peralatan terkait THAAD di Yordania dan UEA, menurut laporan tersebut.
Laporan tersebut mengatakan tujuh anggota militer AS telah tewas dalam serangan terhadap fasilitas AS di wilayah tersebut sejak awal perang, termasuk enam di Kuwait dan satu di Arab Saudi.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)














