loading...
Pejalan kaki melintasi spanduk di Teheran, Iran. Foto/anadolu
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari dan perang yang terjadi kemudian merupakan "pelanggaran mencolok" terhadap Piagam PBB. Pernyataan itu muncul di tengah proses negosiasi yang berjalan lambat antara AS dan Iran.
“Piagam PBB tidak mengakui gagasan ‘perang yang diperlukan’ yang akan memberi [AS] hak untuk menggunakan kekuatan terhadap negara berdaulat lain berdasarkan keputusan sewenang-wenang dan sembrono dari para agresor,” kata Baghaei dalam unggahan di media sosial yang ditujukan kepada Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.
“Serangan Amerika-Israel terhadap Iran tidak dapat diremehkan atau diartikan hanya sebagai ‘perang yang tidak perlu’.”
Baghaei melanjutkan, “Itu adalah pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB – tindakan agresi yang terang-terangan terhadap negara berdaulat. Setiap negara yang menghargai supremasi hukum dan Piagam PBB harus secara tegas mengutuk tindakan agresi ini dan menyerukan pertanggungjawaban.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi yang sedang berkunjung untuk membahas proposal terbaru untuk mengakhiri perang dan perbedaan pendapat yang belum terselesaikan antara AS dan Iran, menurut media Iran.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)















