loading...
Dies Natalis ke-25 Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Rabu (29/4/2026). Foto/Mei Sada S.
JAKARTA - Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan kesehatan dalam menjawab tantangan penyakit kronis di Indonesia, khususnya penyakit hati (liver). Di mana penyakit hati di Indonesia masih tergolong tinggi dan membutuhkan penanganan serius.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Penyediaan SDM Kesehatan, Anna Kurniati, dalam sambutan Dies Natalis ke-25 Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Rabu (29/4/2026). Anna mengatakan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan 2023, terdapat sekitar 6,7 juta penduduk terinfeksi Hepatitis B dan 2,5 juta Hepatitis C.
Baca juga: Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gelar Seminar Internasional, Update Teknologi Gigi Terkini
“Penyakit ini menjadi penyebab utama penyakit hati kronis hingga kanker hati, dengan angka kematian mencapai sekitar 60 ribu kasus per tahun akibat Hepatitis B dan 6 ribu dari Hepatitis C,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penanganan penyakit tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan multidisiplin dengan standar pelayanan klinis nasional yang kuat. Di mana tentunya sumber daya manusia (SDM) kesehatan menjadi faktor kunci.
Baca juga: Kemenkes Dukung Jakadu Fair 2024, Pameran Inovasi dan Job Fair Calon Nakes
“Penguatan SDM kesehatan menjadi sangat krusial, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif,” katanya.
















































