loading...
Korut bangun fasilitas pengayaan uranium baru. Foto/X
PYONGYANG - Korea Utara membangun fasilitas pengayaan uranium dua lantai yang baru. Itu diungkapkan kepala badan pengawas nuklir dunia (IAEA) Rafael Grossi. Dia menyebutnya sebagai hal yang menimbulkan "kekhawatiran serius".
Bangunan baru tersebut merupakan bagian dari kompleks nuklir utama Yongbyon, dan dilaporkan mampu menampung hingga 28 rangkaian sentrifugasi yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Dalam laporan yang diterbitkan akhir bulan lalu, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Pyongyang juga telah mulai mengoperasikan fasilitas tambahan yang diperluas di lokasi pengayaan lainnya.
Temuan-temuan ini mengindikasikan adanya perluasan berkelanjutan terhadap infrastruktur nuklir Korea Utara yang dikenai sanksi. Badan tersebut, yang tidak lagi memiliki inspektur di Korea Utara sejak diusir pada tahun 2009, mengandalkan citra satelit untuk melakukan penilaian.
"Kelanjutan dan pengembangan lebih lanjut program nuklir DPRK merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sangat disesalkan," kata Direktur IAEA Rafael Grossi dalam sebuah pernyataan awal pekan ini, dilansir BBC.
IAEA pertama kali menyinggung keberadaan bangunan tersebut pada bulan Juni, meskipun Grossi telah menyebutkan kemungkinannya pada awal tahun.


















































