loading...
Biaya utang pemerintah di sejumlah negara maju mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008. FOTO/WSJ
JAKARTA - Biaya utang pemerintah di sejumlah negara maju mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008, bahkan mencatat level tertinggi dalam lebih dari satu dekade di beberapa negara. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran investor bahwa konflik di Timur Tengah akan menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Dikutip The Guardian, kekhawatiran terhadap kenaikan harga dan meningkatnya belanja pemerintah mendorong imbal hasil surat utang di Prancis, Jerman, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Inggris naik pada Senin. Investor memperkirakan tekanan inflasi yang berkepanjangan dapat membatasi ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Baca Juga: Krisis BBM di Rusia Kian Parah, 7 dari 10 SPBU Kehabisan Bensin
Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 30 tahun naik 1 basis poin menjadi 4,8558%, level tertinggi sejak September 2008, berdasarkan data LSEG. Sementara itu, imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 4,0516%, tertinggi sejak Juni 2009.
Di Jerman, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun meningkat 1,5 basis poin menjadi 3,2138%, level tertinggi sejak 2011. Kenaikan imbal hasil terjadi ketika harga obligasi turun, mencerminkan meningkatnya biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk memperoleh pembiayaan.
Kekhawatiran bahwa bank-bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mencegah inflasi kembali tidak terkendali turut mendorong kenaikan imbal hasil. Pasar keuangan kini memperkirakan peluang Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga pada September mencapai hampir 85%.


















































