Lalu Lintas Selat Hormuz Menyusut ke Satu Digit, Jalur Vital Minyak Dunia Terancam Lumpuh

2 hours ago 6

loading...

Volume pelayaran kapal di Selat Hormuz -urat nadi perdagangan energi global- berada di titik paling kritis. Foto/Dok

JAKARTA - Volume pelayaran kapal di Selat Hormuz -urat nadi perdagangan energi global- berada di titik paling kritis. Data pelacakan kapal terbaru mencatat pergerakan armada laut yang melintasi titik sempit (chokepoint) tersebut anjlok drastis hingga menyentuh angka satu digit, memicu kekhawatiran baru atas kelumpuhan total pasokan energi dunia .

Berdasarkan data pelacakan kapal pada tengah pekan kemarin, jumlah transit kapal melintasi Selat Hormuz menyusut menjadi hanya 7 kapal, merosot tajam dari 12 kapal pada hari sebelumnya. Angka ini jauh di bawah rata-rata harian 10 hari terakhir yang mencatatkan 14 transit.

Dari total 7 kapal yang terdeteksi melintas, sebanyak 4 kapal bergerak keluar dan 3 kapal memasuki kawasan Teluk. Pemicu utama kekhawatiran pasar adalah absennya armada pemuat gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari daftar kapal yang berhasil keluar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat

Dari 4 kapal yang keluar, hanya terdapat satu supertanker Very Large Crude Carrier (VLCC) -Finland Prosperity- yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah. Sisa kapal kargo lainnya yang keluar mencakup dua kapal angkut barang curah (dry bulk) dan satu tanker produk minyak jarak pendek.

Read Entire Article
Prestasi | | | |