loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut-sebut akan menggunakan bom nuklir di Ukraina sebagai upaya terakhir perangnya. Foto/Layanan Pers Kepresidenan Rusia/TASS
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap untuk meningkatkan intensitas perang di Ukraina setelah menyimpulkan bahwa negosiasi untuk kesepakatan damai telah menemui jalan buntu. Bahkan, menurut laporan Bloomberg, dia mungkin akan menggunakan bom nuklir sebagai upaya terakhir.
Laporan media Amerika Serikat (AS) itu mengutip pihak-pihak yang dekat dengan Kremlin.
Baca Juga: Senjata Kiamat Putin Muncul dari Laut, 6 Torpedo Nuklir Poseidon Intai NATO
Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa untuk saat ini, Moskow sedang mempertimbangkan peningkatan kampanye serangan rudal balistik konvensional yang kuat yang menargetkan pusat kota Kyiv dan infrastruktur di kota-kota Ukraina lainnya.
Sumber-sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena membahas isu sensitif, menggambarkan runtuhnya kerangka negosiasi yang ada, yang secara efektif membuat kedua belah pihak kembali ke titik awal setelah sekitar satu setengah tahun upaya yang dimediasi AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Putin, lanjut sumber-sumber tersebut, diperkirakan tidak akan mengakhiri konflik akibat sanksi Barat atau serangan Ukraina terhadap kilang minyak, infrastruktur energi, dan jaringan logistik Rusia.
Empat orang yang dekat dengan Kremlin menambahkan bahwa Rusia kini melihat sedikit alternatif selain eskalasi lebih lanjut demi mencapai tujuan militernya dan tidak menganggap fase permusuhan saat ini sebagai puncaknya.


















































