Mengapa Trump Bingung Tangani Krisis Yaman?

7 hours ago 14

loading...

Donald Trump mengalami kebingungan tangani krisis Yaman. Foto/X

WASHINGTON - Kenneth Katzman, seorang peneliti senior di Soufan Center, mengatakan bahwa AS sebenarnya bisa saja menghentikan pergerakan maju kelompok Houthi di Yaman jika Presiden AS Donald Trump menanggapi permintaan dukungan militer dari Arab Saudi.

"Mengingat presisi operasi Angkatan Udara AS—serta efektivitasnya—serangan udara AS sangat mungkin dapat menghentikan laju Houthi, dan kita tidak akan menghadapi krisis seperti saat ini," ujar Katzman kepada Al Jazeera.

Ia mengatakan bahwa Trump tampak "bingung" mengenai cara menangani situasi di Yaman dan tidak bertindak sebagai "panglima tertinggi yang efektif".

"Selama beberapa dekade, AS menganggap kebebasan navigasi—khususnya arus pasokan energi melalui Timur Tengah—sebagai kepentingan vital AS, namun kini hal itu terancam oleh tekanan dari Iran dan kelompok Houthi di Yaman.

"Trump hanya duduk diam dan tidak banyak bertindak, sembari berharap masalah ini akan terselesaikan dengan sendirinya oleh Arab Saudi—sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi," kata Katzman.

Sementara itu, Pemerintah Yaman tampaknya telah mengubah strategi dari upaya merebut kembali wilayah yang hilang menjadi upaya mempertahankan wilayah yang masih mereka kuasai, seiring terus berlanjutnya pergerakan maju Houthi di wilayah barat negara itu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |