OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026

4 hours ago 5

loading...

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan, setidaknya ada 4 penyebab yang menyeret IHSG dari level All Time High (ATH) di level 9.000 pada awal tahun, ke 6.000-an. Foto/Dok

JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Hasan Fawzi mengungkapkan, setidaknya ada 4 penyebab yang menyeret Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dari level All Time High (ATH) di level 9.000 pada awal tahun, ke 6.000-an menjelang pertengahan 2026.

Hasan mengatakan, keempat kombinasi yang menjadi penekan IHSG antara lain konflik geopolitik dan konflik Timur tengah, inflasi global meningkat, transparansi pasar modal yang menjadi sorotan indeks global, dan kekhawatiran soal integritas di pasar domestik.

"Sejak awal 2026 kita menyaksikan dinamika pasar yang berujung pada volatilitas tinggi di pasar modal Indonesia. Bahkan belakangan muncul tekanan yang cukup berat di pasar," ujarnya dalam acara MNC Forum di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak

Hasan menjelaskan, eskalasi geopolitik membawa dampak pada distribusi komoditas, terutama energi, hingga memicu tekanan inflasi global dan tekanan fiskal serta moneter di banyak negara, termasuk Indonesia. Belum lagi nilai mata uang di negara kawasan juga ikut melemah dari adanya konflik tersebut.

"Sehingga membuat tekanan untuk saham-saham terkait di pasar modal," kata Hasan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |