loading...
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono. Foto/BKHM.
JAKARTA - Jumlah peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 melonjak hingga 17 persen yang berasal dari 38 provinsi dan 6 sekolah Indonesia di luar negeri. Penyelenggaraannya pun akan dibuat lebih transparan, objektif, akuntabel, serta menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
Pada OSN 2026, cabang ajang untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat, meliputi Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Matematika.
Sementara itu, cabang ajang untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat terdiri atas Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, serta Ekshibisi Kecerdasan Artifisial (KA).
Baca juga: Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Di tahun ini, partisipasi OSN menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Puspresnas, total pendaftar OSN naik dari 806.285 peserta pada 2025 menjadi 941.692 peserta pada 2026, atau meningkat sebanyak 17 persen. Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di 6 negara.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa ajang talenta nasional, termasuk OSN, bukan sekadar ruang kompetisi untuk mencari peserta terbaik. Lebih dari itu, OSN merupakan ruang pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta wahana lahirnya generasi Indonesia yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing global.


















































