Perlindungan Anak Harus Ditingkatkan Cegah Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT Terulang

3 hours ago 5

loading...

Anggota Komisi VIII DPR Ina Ammania menyatakan perlindungan anak harus ditingkatkan untuk mencegah kasus siswa SD bunuh diri seperti di Kabupaten Ngada, NTT terulang kembali. Foto/Ist

Perlindungan anak harus ditingkatkan untuk mencegah kasus siswa Sekolah Dasar (SD) bunuh diri seperti di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) terulang kembali. Perlindungan itu termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan

Diketahui seorang anak siswa SD berinisial YBS (10) di Ngada, NTT bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. “Ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Contoh potret yang buruk bagi dunia pendidikan, termasuk hak-hak nya,” kata anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP, Ina Ammania, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Siswa SD Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Rocky Gerung: Ada yang Enggak Beres dengan Republik

Kasus YBS (10) yang diduga bunuh diri menjadi sorotan publik lantaran siswa kelas IV SD itu mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000.

Alasannya, sang ibu, MGT (47), tidak memiliki uang. Maklum, MGT yang kini menjadi orang tua tunggal hanya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Ia juga harus menafkahi lima orang anak.

Selain menyampaikan duka mendalamnya, Ina Ammania melihat semestinya hal itu tidak terjadi, mengingat negara telah menganggarkan ratusan triliun untuk pendidikan. Termasuk memberikan bantuan sosial bagi keluarga tidak mampu melalui sejumlah kementerian. Karena itulah bila bantuan itu tepat, seharusnya masalah kekurangan pena dan buku terselesaikan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |