loading...
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu melemah 19 poin menjadi Rp17.763 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu melemah 19 poin menjadi Rp17.763 per dolar AS dari posisi pembukaan Rp17.750 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta tekanan inflasi domestik.
"Pada penutupan perdagangan Rabu, mata uang rupiah ditutup melemah 19 poin ke level Rp17.763 per dolar AS setelah pada pembukaan dibuka di level Rp17.750," ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.744
Ibrahim mengatakan tekanan eksternal terhadap rupiah menguat setelah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Kondisi tersebut mendorong probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September menjadi 65% berdasarkan CME FedWatch Tool, naik dari 40% pada pekan sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah juga berasal dari perkembangan inflasi domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Agustus 2026 mencapai 0,21% secara bulanan setelah pada Juli mengalami deflasi 0,14%, sedangkan inflasi tahunan meningkat menjadi 3,19% dari 2,88% pada bulan sebelumnya, terutama dipengaruhi kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

















































