loading...
Sistem rudal jarak menengah Typhon diturunkan di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) Darwin, Australia, menjelang Latihan Talisman Saber 2025. Foto/Legion-Media/piemags/news
MOSKOW - Rusia menuntut agar Jepang menarik sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat dari wilayahnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova, menyatakan penempatan tersebut tidak dapat diterima serta merupakan ancaman bagi keamanan nasional dan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri pada hari Jumat, Zakharova mengatakan Moskow telah mengirimkan nota protes resmi kepada Tokyo pada tanggal 3 September.
Protes ini dilayangkan setelah AS menempatkan peluncur rudal tersebut di pulau Kyushu, wilayah barat daya Jepang yang berjarak 1.300 km dari kota Vladivostok.
"Pihak Jepang diminta untuk menghentikan praktik ini dan menarik sistem tersebut dari wilayahnya," ujarnya, seraya menambahkan Moskow menentang penempatan semacam itu, terlepas dari berapa lama durasinya.
Angkatan Darat AS membawa sistem Typhon ke Pangkalan Udara Kanoya di Prefektur Kagoshima pada bulan Juni untuk latihan militer Valiant Shield dan tetap menempatkannya di sana untuk latihan lain yang berlangsung bulan ini.


















































