loading...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti belum meratanya penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil peninjauan langsung di lapangan menunjukkan masih terdapat wilayah yang belum menerima bantuan akibat lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kayaknya seperti nggak ada koordinasi antara daerah sama pusat untuk penanggulangan bencananya. Karena ketika saya tanya di BPBD, banyak enggak tahunya,” kata Purbaya dalam pernyataannya, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Gempa Dangkal Berkekuatan Magnitudo 5,7 Kembali Guncang Flores NTT
Purbaya mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp44 miliar untuk mendukung penanganan darurat bencana di NTT. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan opsi anggaran tambahan, sementara pegawai Kementerian Keuangan turut menggalang bantuan secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Dalam kunjungannya, Purbaya juga mengecek ketersediaan sejumlah kebutuhan pengungsi, termasuk selimut, terpal, sembako, bahan untuk dapur umum, serta kebutuhan balita. Ia mengatakan bantuan akan terus dipasok untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di titik-titik pengungsian terpenuhi. “Kalau ada satu truk oleh-oleh, ada selimut 380 lembar, cukup kelihatan dengan permintaan tadi. Terpal 81 buah, tadi perlu 160, nanti kita tambah lagi kalau perlu,” ujarnya.
Purbaya menemukan laporan mengenai warga di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, yang disebut belum menerima bantuan selama empat hari. Menurut dia, kondisi tersebut tidak disebabkan keterbatasan anggaran karena pemerintah telah menyiapkan dana yang memadai untuk penanganan bencana.


















































