Tari Obah Gerabah Tampil Memukau untuk Mengangkat Semangat Gotong Royong

7 hours ago 7

Fimela.com, Jakarta - Perayaan Hari Tari Sedunia tahun ini terasa semakin istimewa melalui rangkaian pertunjukan budaya yang dihadirkan oleh Galeri Indonesia Kaya bersama Bakti Budaya Djarum Foundation. Tidak berhenti hanya pada peluncuran video Tari Kreasi Nusantara, perayaan berlanjut sepanjang Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai pertunjukan tari dari sanggar seni dan komunitas budaya di Indonesia.

Salah satu pertunjukan dari Galeri Indonesia Kaya yang mencuri perhatian adalah Tari Obah Gerabah dari Sanggar Seni Lemah Urip. Karya ini mengangkat kehidupan para pengrajin gerabah melalui perpaduan tari, musik, hingga eksplorasi artistik yang sarat nuansa budaya lokal.

Mengangkat Kehidupan Pengrajin Gerabah Lewat Seni Pertunjukan

Melalui Tari Obah Gerabah, penonton diajak menyelami kehidupan masyarakat pengrajin gerabah yang hidup berdampingan dengan alam serta menjunjung tinggi semangat gotong royong. Dalam pertunjukan ini, gerabah bukan hanya sekadar properti panggung, tetapi menjadi simbol ketekunan, kerja kolektif, dan sumber penghidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat di sekitar Borobudur, gerabah memiliki makna lebih dari sekadar kerajinan tradisional. Di balik setiap karya gerabah, terdapat proses panjang mulai dari pengolahan tanah, pembentukan, hingga pembakaran yang dilakukan secara turun-temurun oleh keluarga pengrajin.

Melalui pertunjukan ini, Sanggar Seni Lemah Urip ingin menghadirkan refleksi tentang perjuangan para pengrajin dalam mempertahankan tradisi sekaligus menjaga keberlangsungan gerabah di tengah perubahan zaman.

Perpaduan Tari, Musik, dan Bunyi Gerabah yang Unik

Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dengan melibatkan 13 penampil, termasuk penari anak, penari dewasa, dan pemusik. Menariknya, pertunjukan ini juga menghadirkan pengalaman artistik yang berbeda lewat penggunaan bunyi-bunyian dari gerabah sebagai bagian dari iringan musik.

Penonton bahkan diajak ikut memainkan alat musik gerabah dan merasakan langsung energi pertunjukan yang tercipta dari dentik serta ritme khas yang dihasilkan. Kostum dan tata artistik dalam Tari Obah Gerabah pun terinspirasi dari keseharian masyarakat pengrajin, sehingga membuat pertunjukan terasa semakin dekat dengan kehidupan warga lokal.

“Melalui Tari Obah Gerabah, kami ingin menunjukkan bahwa gerabah bukan sekadar benda kerajinan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan keluarga secara turun-temurun,” ujar Derra Kartika.

Sanggar Seni Lemah Urip, Ruang Belajar Seni dan Pelestarian Budaya

Berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Sanggar Seni Lemah Urip merupakan komunitas seni yang fokus pada pendidikan non-formal bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Sanggar ini menghadirkan berbagai kelas gratis seperti Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, hingga Kelas Musik Gamelan. Tidak hanya menjadi ruang belajar seni, sanggar ini juga menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.

Pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar atau yang akrab disapa Jepe, mengatakan bahwa gerabah, tari, dan gamelan merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komitmen tersebut juga terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai program budaya seperti UNESCO Borobudur Youth Engage, Festival Lampion Waisak Nasional 2025, hingga Festival Gerabah sejak 2019.

Galeri Indonesia Kaya Terus Hadirkan Pertunjukan Budaya Sepanjang Mei

Tari Obah Gerabah menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan tari yang dihadirkan Galeri Indonesia Kaya sepanjang Mei 2026 untuk merayakan Hari Tari Sedunia.

Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya juga telah menghadirkan pertunjukan Penari Petani dari EkosDance Company, Lintas Generasi Tari Topeng Losari oleh Sanggar Purwa Kencana Nani Topeng Lestari, hingga Galodo dari Jagatari. Rangkaian perayaan ini nantinya akan ditutup dengan pertunjukan Tamasya di Medan Terliar dari DRKR Kolektif pada 30 Mei 2026 mendatang.

Sebagai ruang publik berbasis digital yang berada di Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya terus menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya setiap akhir pekan secara gratis untuk masyarakat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Annisa Kharisma Dewi

    Author

    Annisa Kharisma Dewi
  • Anisha Saktian Putri

    Editor

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Prestasi | | | |