loading...
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut ada kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji. Foto/SindoNews
JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut ada kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sebab banyak proyek-proyek besar mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Hal itu diungkap Dahnil Anzar Simanjuntak di Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja” dikutip Selasa (6/1/2026).
“Ternyata luar biasa pelik, hampir semua proses persiapan hampir ada masalah. Bayangkan kita ngurus 221.000 orang yang pindah. Itu melibatkan biaya penyelengaraan lebih dari Rp18 triliun, total. Itu uang jemaah, anggaran APBN beda lagi yang dikelola Kemenag. Jadi jumlah uangnya besar sekali,” ujarnya.
Baca juga: Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Wamen Haji dan Umrah: Kalau Hitungan Matematis Harusnya Naik
Dahnil kemudian menyebut sejumlah proyek besar dalam pelaksanaan haji.
“Penunjukan syarikah untuk konsumsi, kemudian akomodasi hotel transportasi itu merupakan proyek-proyek besar. Saya sudah berulangkali mengatakan ada kartel dalam pengelolaan haji dan saya tidak sungkan mengatakan, itu faktanya begitu,” tegasnya.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengaku dirinya bersama Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan terkejut dengan kartel dalam pelaksanaan haji.
















































