Antisipasi Hujan Ekstrem, BMKG Modifikasi Cuaca di 6 Titik dari Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara

1 month ago 43

loading...

BMKG mengungkapkan Indonesia akan memasuki masa puncak musim penghujan pada Januari-Februari mendatang. Foto/SindoNews

SUMUT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengungkapkan Indonesia akan memasuki masa puncak musim penghujan pada Januari-Februari mendatang. Curah hujan akan meningkat signifikan di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Selain itu, terdapat tiga siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia, yaitu siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S. Ketiganya berpotensi menyebabkan hujan ekstrem.

Saat ini BMKG terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi. Salah satu langkah yang dilakukan BMKG adalah modifikasi cuaca.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 15-18 Desember 2025

"Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya. Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (16/12/2025).

Read Entire Article
Prestasi | | | |