loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
WASHINGTON - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan lebih dari empat jam setelah serangan-serangan baru terhadap Iran kembali dimulai. Mereka menyebutkan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran oleh Amerika Serikat kini telah usai.
AS menyatakan eskalasi ini dipicu oleh tindakan Iran yang tidak hanya mengancam kebebasan navigasi dan pelayaran komersial serta menebar ranjau, tetapi juga menyasar personel militer Amerika di Yordania.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa klaim IRGC mengenai adanya banyak korban jiwa di pihak AS akibat serangan Iran adalah—menurut mereka—tidak benar. Pernyataan CENTCOM pun sama sekali tidak menyinggung soal adanya korban jiwa di pihak AS.
Eskalasi terbaru ini memperjelas Amerika Serikat sedang berjuang mempertahankan Selat Hormuz dan menjaga kebebasan navigasi tetap terbuka, di tengah tuduhan bahwa Iran berupaya membatasi akses tersebut.
Tidak ada alasan untuk berasumsi bahwa tekanan ekonomi telah berhenti. Faktanya, kita tahu bahwa Operasi Economic Outcast masih berlangsung.
Menteri Keuangan Scott Bessett dijadwalkan mengumumkan target sanksi AS berikutnya terhadap Iran pada pekan ini, dan kita memperkirakan sanksi-sanksi tersebut akan terus diberlakukan secara bertahap dari minggu ke minggu.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan ia tidak sedang berupaya memaksa Iran kembali ke meja perundingan. Dia sekaligus menepis laporan bahwa Washington tengah mengupayakan kesepakatan baru dengan Teheran—melalui unggahan di Truth Social.

















































