loading...
Rudal Precision Strike Missiles (PrSM) buatan Lockheed Martin. Foto/Lockheed Martin
WASHINGTON - Kelompok pemantau konflik Airwars menemukan Amerika Serikat menewaskan sejumlah warga sipil di Iran bagian selatan menggunakan rudal "presisi" baru yang memiliki radius kerusakan luas. Teheran telah berulang kali menuduh Washington melakukan kejahatan perang sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang telah menewaskan hingga 3.000 warga sipil.
Dalam investigasi yang diterbitkan pada hari Senin, lembaga pemantau yang berbasis di London tersebut meneliti tiga serangan pada tanggal 28 Februari di kota Lamerd yang menewaskan 21 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak.
Mereka menyimpulkan senjata yang digunakan kemungkinan besar adalah Precision Strike Missiles (PrSM) buatan Lockheed Martin, yang menjalani debut tempurnya pada tahap awal perang AS-Israel melawan Iran.
PrSM dirancang untuk meledak di udara, menyebarkan puluhan ribu butiran tungsten padat ke segala arah, alih-alih mengandalkan daya ledak itu sendiri sebagai dampak utamanya.
Airwars menemukan warga sipil tewas pada jarak setidaknya 50 meter dari perkiraan titik ledakan, sementara kerusakan meluas hingga jarak 150 meter. Ketiga rudal tersebut meledak di atas dua kawasan permukiman dan satu pusat olahraga.
Di antara korban tewas terdapat seorang anak perempuan berusia dua tahun yang terkena dampak saat sedang bermain di luar rumahnya, sekitar 50 meter dari salah satu titik ledakan.
Serangan lain di atas satu gedung olahraga menewaskan tujuh warga sipil, yang sebagian besarnya adalah anak-anak.
Tidak ada personel militer yang dilaporkan tewas, dan Airwars tidak menemukan bukti adanya infrastruktur militer yang terkena serangan.

















































