loading...
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright. Foto/anadolu
WASHINGTON - Pipa minyak mentah utama Arab Saudi yang membentang dari Timur ke Barat diperkirakan akan kembali beroperasi "dalam waktu dekat". Pernyataan itu diungkap Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright kepada CNBC pada hari Selasa (15/9/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.
"Ini akan menjadi gangguan yang singkat dan sementara," kata Wright. "Durasi gangguannya hanya dalam hitungan hari."
Pipa tersebut ditutup pada akhir pekan lalu setelah mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang berasal dari Irak. Wright menyatakan kelompok proksi yang didukung Iran melakukan serangan tersebut.
Riyadh telah menggunakan pipa ini untuk mengalihkan ekspor minyak mentah ke arah Laut Merah di tengah perebutan kendali Selat Hormuz antara AS dan Iran.
Selama pipa tersebut tidak beroperasi, Arab Saudi mengalihkan sebagian pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer AS, menurut Wright.
Harga minyak mentah AS telah naik lebih dari 5% pekan ini, menembus angka USD105 per barel, seiring para pedagang menilai potensi skala gangguan pasokan akibat tidak beroperasinya pipa tersebut.
Perbaikan pipa minyak utama Arab Saudi yang terkena serangan drone oleh milisi Irak diperkirakan memakan waktu hingga lima pekan, menurut laporan AP yang mengutip pejabat terkait.


















































