loading...
Ekspor gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) Amerika Serikat melonjak ke rekor tertinggi sejak krisis Selat Hormuz. FOTO/iStock Photo
WASHINGTON - Ekspor gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) Amerika Serikat (AS) melonjak ke rekor tertinggi sebesar 3,3 juta barel per hari pada April 2026. Lonjakan tersebut terjadi setelah krisis di Selat Hormuz mendorong negara-negara Asia meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat.
Data S&P Global yang dirilis 6 Mei menunjukkan lonjakan ekspor ini menegaskan perubahan besar dalam arus perdagangan energi global akibat konflik di Timur Tengah. AS kini memasok sekitar 50% kebutuhan LPG dunia, naik tajam dibanding sekitar 25% satu dekade lalu.
Baca Juga: Rusia Untung Besar dari Krisis Selat Hormuz, Ekspor Minyak Tembus Rp42 Triliun per Minggu
Jepang dan China menjadi pembeli terbesar LPG Amerika Serikat pada April, masing-masing mengimpor sekitar 460 ribu dan 457 ribu barel per hari. Propana masih mendominasi komoditas ekspor, seiring merosotnya pengiriman LPG dari Timur Tengah.
"Gangguan distribusi melalui Selat Hormuz telah mengubah pola perdagangan energi global secara signifikan," tulis laporan S&P Global terkait lonjakan ekspor LPG AS dikutip dari Reuters, Jumat (7/5/2026).
Berdasarkan data Kpler, ekspor LPG Timur Tengah anjlok 73% pada Maret dibanding bulan sebelumnya setelah jalur pelayaran melalui Selat Hormuz praktis terhenti. Kondisi tersebut berdampak besar terhadap China yang selama ini sangat bergantung pada pasokan LPG dari Iran.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






