Beda dengan Trump, CIA: Iran Masih Memiliki Stok Rudal 70% meski Diserang AS-Israel

2 hours ago 8

loading...

Penilaian CIA ungkap Iran masih mempertahankan stok rudal 70 persen meski telah diserang AS dan Israel. Foto/The Telegraph

WASHINGTON - Penilaian Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) menyatakan Iran masih mempertahankan 70 persen stok rudal pra-perangnya meskipun terjadi serangan AS-Israel. Penilaian ini beda dengan klaim Presiden Donald Trump bahwa stok rudal Teheran sekarang hanya tersisa 18 persen.

The Washington Post, yang mengutip analisis CIA, melaporkan bahwa Teheran juga telah membuka kembali sebagian besar fasilitas penyimpanan bawah tanahnya, memperbaiki rudal yang rusak, dan bahkan merakit rudal baru.

Baca Juga: Iran Serang 3 Kapal Perang AS, Amerika Balas Bombardir Qeshm dan Bandar Abbas

Penilaian intelijen ini secara tidak langsung menyoroti kegagalan signifikan perang AS-Israel melawan Iran, yang dimaksudkan untuk menghentikan rezim tersebut memperkuat pertahanan konvensionalnya untuk membangun kembali program nuklirnya.

Pada Rabu lalu, Trump mengeklaim rudal Iran sebagian besar telah hancur. "Mereka mungkin memiliki 18, 19 persen, tetapi tidak banyak dibandingkan dengan apa yang mereka miliki [sebelumnya],” kata Trump di Oval Office.

Selain itu, analisis CIA mengatakan Iran mempertahankan sekitar 75 persen inventaris pra-perang peluncur mobile yang digunakan untuk menembakkan rudal.

Analisis tersebut juga bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam konferensi pers hari Selasa, yang menegaskan bahwa kemampuan peluncuran rudal Iran telah menurun secara signifikan.

“Rencana mereka adalah membangun perisai konvensional di mana mereka akan memiliki ribuan rudal, drone, dan roket sehingga mereka tidak dapat diserang,” kata Rubio.

Read Entire Article
Prestasi | | | |