loading...
Wolfgang Egger kembali ke Eropa untuk bertarung dengan pabrikan Jerman, menjual mobil China. Foto: ist
JAKARTA - Wolfgang Egger dulu bikin wajah Audi. Juga wajah Lamborghini, Alfa Romeo, Seat. Sekarang dia bikin wajah BYD. Bukan di Shenzhen. Di Milan.
Sejak 2016 Egger pindah dari Volkswagen ke BYD. 10 tahun kemudian dia memimpin studio desain baru khusus Denza, merek premium BYD, di jantung kota mode Italia itu.
Studio ini merangkap butik pemesanan khusus. Calon pembeli bisa datang, memegang langsung material interior, memilih kulit dan komposit daur ulang, lalu memesan mobil sesuai selera: persis cara Aston Martin dan Bentley melayani pelanggannya selama ini.
Tugas Egger sederhana tapi berat: menangkap selera Eropa, lalu menerjemahkannya ke bahasa desain Denza dan BYD. Targetnya jelas: Porsche dan BMW, di kandang mereka sendiri.
Contohnya sudah ada. Denza Z9 GT, shooting brake yang disiapkan menyaingi Porsche Panamera. Tiga motor, penggerak semua roda, kemudi roda belakang.
Ada fitur tank-turning: mobil bisa berputar di tempat seperti tank. Pintu kabinnya memakai bambu daur ulang.

Menyusul kemudian Denza Z, mobil sport listrik ultra-premium, dan Bao 5, SUV tangguh untuk pasar Eropa. Adapun U9, model tiga motor, memakai suspensi magnetorheological: peredam kejut yang bisa berubah kekerasannya dalam hitungan milidetik.
Tentu, bikin mobil kencang itu gampang. Bikin mobil yang terasa "benar" saat dikendarai: stabil, empuk, bisa diprediksi, itu pekerjaan puluhan tahun orang Jerman.
Denza belum punya jam terbang itu. Inilah ujian sesungguhnya buat Egger dan timnya.
Jerman sendiri sedang gelisah. BMW masih pemimpin merek mewah dunia tahun 2025, menurut lembaga riset otomotif Inovev.


















































