loading...
Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel Komisi B, Muhammad Syukri Ashal mengatakan, akses sungai dan rawa jadi ujian pemerataan pendidikan di Boven Digoel. Foto/SindoNews
PAPUA - Kondisi geografis di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menjadi ujian nyata bagi pemerataan layanan pendidikan negeri. Akses yang sebagian besar mengandalkan jalur sungai dan rawa berdampak pada kehadiran guru di sekolah-sekolah pedalaman.
Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel Komisi B, Muhammad Syukri Ashal, mengatakan tantangan tersebut harus dijawab dengan kebijakan afirmatif, bukan pendekatan administratif semata.
Syukri menyebutkan, sekitar 60% wilayah kabupaten ini tidak dapat diakses dengan kendaraan darat dan mesti Melali sungai dan rawa. Kondisi ini membuat mobilitas guru menjadi persoalan krusial. Dalam kondisi tertentu, perjalanan ke sekolah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau kita ingin pendidikan merata, maka kebijakan juga harus berani menyesuaikan dengan kondisi wilayah,” ujar Syukri.
Wakil rakyat dari Partai Perindo ini lantas mendorong 3 usulan solusi strategis. Pertama, insentif khusus dan jaminan fasilitas dasar bagi guru di wilayah sulit. Kedua, pengembangan layanan pendidikan alternatif berbasis wilayah.
Ketiga, penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi Papua Selatan, dan perencanaan pembangunan daerah.




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232994/original/036615700_1748258353-steptodown.com164240.jpg)













































