loading...
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H Kurniawan menyoroti pernyataan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie terkait percepatan sejarah sebelum 2029. Pernyataan tersebut ada hubungannya dengan kerusuhan 27 Agustus 2026. Foto: iNews
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H Kurniawan menyoroti pernyataan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie terkait percepatan sejarah sebelum 2029. Pernyataan tersebut ada hubungannya dengan kerusuhan pada 27 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Kurniawan saat melihat kericuhan terjadi hanya berselang dua hari setelah ucapan itu viral.
"Apalagi penyampaian itu kan dua hari sebelum demo. Ada hubungannya di situ, ini kan by design, demo ini, yang fair, yang benar itu demonya si Botok. Menyampaikan aspirasi, sudah diterima, selesai pulang," ujar Kurniawan dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: Ketum Gerakan Cinta Prabowo Sebut Film Pesta Babi Provokatif
Masalahnya, ada pihak lainnya yang bergabung dalam aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menginginkan agar demo berlangsung ricuh. Kurniawan menyebut pihak-pihak ini menginginkan agar demo rusuh supaya pemerintahan Prabowo Subianto goyah.
"Tapi yang kumpul di situ tidak puas kalau demo tidak rusuh. Mereka menginginkan demo ini rusuh supaya Pak Prabowo lengser kalua pun terjadi korban yang banyak, kita kan memahaminya begitu," ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Kurniawan juga menyampaikan pernyataan Budi Arie ditangkap relawan pendukung Prabowo untuk mempersiapkan pergantian pemimpin sebelum waktunya.

















































