loading...
Konsumen global mulai realistis: mencari efisiensi bensin tanpa harus pusing mencari colokan listrik di tengah jalan. Foto: Reuters
CHINA. - Bensin makin mahal, tapi orang Amerika ternyata tidak lari ke mobil listrik (EV). Mereka lebih memilih jalan tengah: Hybrid. Strategi ini dianggap paling masuk akal untuk menghemat kantong tanpa harus mengubah gaya hidup secara total.
Data Penjualan: Hybrid Melaju, EV Melambat
Laporan dari Motor Intelligence mengungkapkan anomali menarik di pasar Amerika Serikat. Setelah ketegangan di Timur Tengah pecah pada akhir Februari 2026, peta penjualan otomotif berubah drastis:
• Mobil Hybrid: Penjualan melonjak 37% hanya dalam dua bulan.
• Total Pasar: Pertumbuhan penjualan kendaraan secara umum hanya naik 15%.
• Mobil Listrik (EV): Hanya tumbuh tipis 11%.
Angka ini sangat kontras. Pertumbuhan EV bahkan lebih rendah dari rata-rata pasar.
Insentif pajak federal sebesar Rp129.750.000 (USD7.500) berakhir, yang membuat harga EV makin terasa berat bagi konsumen kelas menengah.
Perbandingan Global: Amerika vs Eropa
Menariknya, tren di Amerika berbeda jauh dengan Eropa. Di saat warga AS ragu berpindah ke listrik murni, warga Eropa justru tancap gas.
Inggris (UK): Penjualan EV melompat hingga 79% dalam periode dua bulan yang sama.
Jerman: Permintaan mobil listrik naik 39%, jauh melampaui pertumbuhan pasar otomotif mereka secara keseluruhan.
Perbedaan ini terjadi karena infrastruktur pengisian daya di Eropa jauh lebih merata dibanding Amerika yang wilayahnya sangat luas.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)












