Heboh Mal Bangun Pagar Tinggi lalu Dibongkar, Ini Kata Bos Ritel

6 hours ago 14

loading...

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan merupakan kebijakan internal pengelola. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan merupakan kebijakan internal pengelola. Menurut dia, pagar tersebut dipasang untuk menata arus keluar-masuk pengunjung dan menjaga kenyamanan, bukan karena kondisi keamanan yang tidak kondusif.

"Intinya, mungkin grup mal tersebut mengatur trafik untuk kenyamanan konsumen supaya konsumen tidak masuk dari mana-mana. Jadi, menurut kami, ini untuk membuat situasi lebih baik. Pagar itu sebenarnya bersifat internal, bukan karena ada masalah," kata Budihardjo saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Pagar Tinggi Depan Mal Kota Kasablanka Dibongkar

Budihardjo mengatakan kebijakan pemasangan pagar tidak diterapkan secara seragam oleh seluruh pengelola pusat perbelanjaan. Langkah tersebut, menurut dia, merupakan kebutuhan teknis di titik-titik tertentu untuk mengoptimalkan pengaturan lalu lintas pengunjung dan kendaraan di sekitar mal.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan potensi gangguan keamanan atau kerusuhan. “Pemasangan pagar itu biasa. Hanya saja isunya berkembang ke mana-mana, padahal tidak perlu seperti itu,” ujarnya.

Budihardjo menambahkan pelaku usaha terus membangun komunikasi dengan pemerintah untuk memastikan rantai pasok dan distribusi barang berjalan normal. “Kami sebagai pengusaha percaya kepada pemerintah dan akan membantu agar distribusi barang berjalan normal, situasi terkendali, dan stok cukup. Saya rasa semua aman,” katanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |