Pakar Israel: Teroris Yahudi Jadi Pihak yang Berkuasa Penuh di Tepi Barat

6 hours ago 13

loading...

Para pemukim Israel menyerbu Kota Tua Hebron di bawah perlindungan pasukan Israel di wilayah selatan Tepi Barat, Palestina, pada 9 Mei 2026. Foto/Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

TEPI BARAT - Analis militer senior Israel Ron Ben-Yishai memperingatkan kaum ekstremis dan teroris Yahudi pada praktiknya telah menjadi pihak yang "berkuasa penuh" (memegang kendali layaknya penguasa) di wilayah pendudukan Tepi Barat. Menurut pakar itu, tentara Israel melindungi tindakan ilegal para teroris Yahudi dan melayani kepentingan politik pemerintah sayap kanan.

Dalam tulisannya untuk situs berita Israel, Ynet, Ron Ben-Yishai menyatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), kepolisian, dan badan keamanan internal Shin Bet tidak lagi mampu menegakkan hukum terhadap para ekstremis Yahudi yang melakukan kekerasan.

"IDF telah kehilangan kendali atas kaum ekstremis di kalangan pemukim dan berubah menjadi perusahaan keamanan yang melayani keinginan serta tindakan ilegal mereka," simpul Ben-Yishai.

Ia menggambarkan situasi di mana tentara melindungi "kaum ekstremis dan teroris Yahudi" sebagai sesuatu yang tidak dapat ditoleransi.

Penilaian luar biasa ini muncul menyusul penyelidikan terhadap bentrokan mematikan di desa Tell, Palestina, dekat Nablus, bulan lalu.

Laporan awal Israel menggambarkan insiden tersebut sebagai "serangan teror" oleh pihak Palestina. Namun, Ben-Yishai menepis klaim tersebut, dengan mengatakan kekerasan bermula setelah puluhan pemukim bersenjata Israel memasuki desa Palestina itu.

Warga Palestina berupaya mengusir kelompok teroris Israel tersebut. Dalam pergulatan yang terjadi kemudian, seorang pria Palestina berhasil merebut senapan dari anggota tim keamanan permukiman Havat Gilad dan melepaskan tembakan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |