loading...
Pemerintah Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah kapal, bank, dan perusahaan industri Rusia. FOTO/Reuters
LONDON - Pemerintah Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah kapal, bank, dan perusahaan industri Rusia. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengganggu aliran pendapatan minyak ke Moskow yang dinilai dapat digunakan untuk membiayai perang Rusia di Ukraina.
"Kami akan terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia hingga tercapai perdamaian yang adil dan langgeng," kata Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband dikutip dari Reuters, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Unit Rudal Korut Mulai Dikerahkan ke Rusia untuk Perang Melawan Ukraina
Pemerintah Inggris menambahkan 13 penetapan sanksi baru serta enam spesifikasi berdasarkan regulasi sanksi terhadap Rusia. Paket tersebut mencakup enam bank Rusia dan enam kapal tanker yang baru masuk dalam daftar armada bayangan, yakni kapal-kapal yang diduga digunakan untuk menghindari pembatasan negara-negara Barat.
Sanksi tersebut juga menyasar perusahaan-perusahaan Rusia yang mengimpor tantalum dan niobium, dua jenis logam langka yang dapat digunakan dalam produksi persenjataan di medan perang. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Inggris membatasi akses Rusia terhadap sumber daya dan jaringan perdagangan yang mendukung kemampuan militernya.
Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 3.400 individu, entitas, dan kapal sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022. Sanksi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, perbankan, pelayaran, hingga rantai pasok industri.


















































