loading...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perlindungan Finansial di Tengah Volatilitas Pasar. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan, masyarakat Indonesia dinilai perlu semakin memperkuat perencanaan serta perlindungan finansial jangka panjang. Tekanan nilai tukar rupiah, fluktuasi pasar saham, hingga ketidakpastian geopolitik mendorong pentingnya kesiapan finansial yang lebih matang.
Corporate Secretary PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) Gatot Haryadi mengatakan kondisi ekonomi yang terus berubah menuntut masyarakat memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat. "Kondisi ekonomi dan pasar keuangan pada dasarnya akan selalu bergerak dinamis. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik agar tidak mudah terdampak oleh perubahan jangka pendek," ujar dia dalam keterangan pers, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: IFG Life Siap Bayar Klaim Rp7,5 Triliun ke 94.793 Nasabah Eks-Jiwasraya
Menurut Gatot, perencanaan keuangan yang sehat serta perlindungan yang tepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas finansial keluarga di tengah ketidakpastian. Ia menilai masyarakat yang memiliki strategi keuangan dan proteksi memadai akan lebih siap menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Laporan Macroeconomic Monitor April 2026 yang disusun IFG Progress bersama Bahana Sekuritas dan Bahana TCW Investment Management mencatat konsumsi domestik Indonesia masih relatif resilien. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 berada di level optimistis 122,9, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada April 2026 tercatat 2,42% secara year-on-year dan masih berada dalam rentang target Bank Indonesia. Hal ini mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga di tengah tekanan ekonomi global.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)













