KH Bachtiar Nasir Soroti Solidaritas Negara Teluk: Tunjukkan Kemandirian Strategis Kawasan

3 days ago 13

loading...

Ketua Umum JATTI KH Bachtiar Nasir menyoroti penolakan Arab Saudi dan UEA terhadap penggunaan wilayah mereka untuk operasi militer AS terhadap Iran. Foto/Ist

JAKARTA - Penolakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) terhadap penggunaan wilayah mereka untuk operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dinilai menandai perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir menyebut langkah tersebut sebagai sinyal menguatnya otonomi strategis negara-negara Teluk dalam menentukan kebijakan keamanan kawasan.

“Keputusan negara-negara Teluk untuk menutup wilayah darat, laut, dan udara mereka dari operasi militer terhadap Iran bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menunjukkan kemandirian strategis kawasan,” ujar Bachtiar Nasir dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Arab Saudi dan UEA Tak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan AS untuk Serang Iran

Berdasarkan laporan Saudi Press Agency (SPA) pada Selasa, 27 Januari 2026, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan militer terhadap Iran oleh pihak mana pun.

“Sikap tersebut menunjukkan bahwa kepentingan stabilitas kawasan kini ditempatkan di atas tekanan kekuatan eksternal,” kata Bachtiar Nasir yang memimpin perkumpulan AQL itu.

Sikap serupa juga ditegaskan Uni Emirat Arab. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA (MoFA UAE) pada Senin 26 Januari 2026, Abu Dhabi menyatakan komitmen netralitasnya dan menolak keterlibatan wilayah nasionalnya dalam eskalasi konflik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |