Mantan Peneliti DeepMind Sebut AI Mengancam Umat Manusia Jika Tidak Diawasi

5 hours ago 5

loading...

DeepMind. Foto/ the verge

NEW YORK - Mantan peneliti Google DeepMind, Bilal Chughtai, menjadi tokoh terbaru di industri kecerdasan buatan (AI) yang menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat mengancam kelangsungan hidup manusia jika pengembangannya tidak dikendalikan secara efektif.

Peringatan ini menyusul pengunduran diri mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, pekan lalu; Coxon menyatakan bahwa banyak pihak yang mengembangkan AI meyakini teknologi tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi umat manusia pada akhir dekade ini.

Ilmuwan Anthropic lainnya, Evan Hubinger, sependapat dengan pandangan ini; ia memperkirakan adanya kemungkinan lebih dari 10 persen bahwa AI dapat menyebabkan kepunahan manusia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Chughtai, yang pernah bekerja sebagai insinyur riset dengan spesialisasi keamanan dan penyelarasan *Artificial General Intelligence* (AGI) di Google DeepMind hingga Juli 2026, menyatakan bahwa waktu untuk mengatasi risiko-risiko ini mungkin sudah semakin menipis.

Namun, ia meyakini bahwa pengembangan AI yang aman masih dapat dicapai melalui koordinasi yang lebih baik antarperusahaan teknologi guna mencegah persaingan tak terkendali dalam perlombaan menciptakan sistem yang semakin canggih.

Menurutnya, pengembangan teknologi ini perlu berjalan dengan kecepatan yang memungkinkan masyarakat untuk beradaptasi, sehingga risiko-risiko baru dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum menimbulkan dampak serius.

Dalam perkembangan terkait, CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya telah mendesak agar laju pengembangan AI tingkat lanjut diperlambat—sebuah sikap yang juga mendapat dukungan dari Elon Musk dan Sam Altman.

Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump menepis peringatan tersebut dan menyebut seruan industri AI mengenai perlunya regulasi sebagai sebuah "hoaks."

(wbs)

Read Entire Article
Prestasi | | | |