loading...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan AI bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa artificial intelligence (AI) harus diposisikan sebagai alat pendukung pembelajaran. Kecerdasan buatan itu, kata dia, bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam seminar internasional dengan tema Navigating the Future: English language Education with AI and the evolving Role of Educators yang digelar di UHAMKA Jakarta.
Baca juga: Guru Madrasah Swasta dan Jalan Keadilan Pendidikan Keagamaan
“AI merupakan produk machine learning, algoritma, dan teknologi. Ia hanyalah alat. Pendidikan tetap tentang membangun karakter manusia yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, manusia yang mampu mengendalikan teknologi, serta menggunakan teknologi untuk kemaslahatan sesama dan kesejahteraan bumi kita,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (6/2/2026).
Mendikdasmen juga mengungkapkan urgensi penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar. Mulai tahun 2027, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD. Kebijakan ini diambil untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi di tingkat global sejak dini.
Baca juga: Kesejahteraan Guru Bukan Beban Anggaran, Melainkan Investasi Ekonomi
Ia menambahkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris perlu diarahkan pada pendekatan deep learning yang mendorong pemahaman, bukan sekadar hafalan. Pengalaman belajar harus dirancang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna agar peserta didik mampu menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata.


















































