loading...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan SPMB yang adil, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Foto/Diktisaintek.
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendiktisaintek ) Brian Yuliarto menekankan akan pentingnya mempertahankan proses seleksi di SNPMB 2026 yang adil, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Hal ini agar kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru tetap terjaga.
“SNPMB ini kami harap menjadi proses yang senantiasa dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Segala bentuk kecurangan harus dicegah bersama agar tidak merugikan calon mahasiswa lain,” tegasnya, melalui siaran pers, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: 14 Gelar Kehormatan Megawati, dari Waseda Jepang hingga Kampus Wanita Terbesar di Dunia
Hal ini diungkapkan Brian saat menghadiri Pembahasan Pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026, Selasa (10/2).
Lebih lanjut, Mendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat keberpihakan kepada calon mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.
Kampus diharapkan aktif menyosialisasikan bahwa pendidikan tinggi terbuka bagi semua kalangan, termasuk melalui skema afirmasi, beasiswa, dan dukungan khusus bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, daerah tertinggal, serta wilayah terdampak bencana.
Baca juga: Juara OSN Bisa Masuk ITB Tanpa Tes, Daftar di SNBP dan SSU 2026






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4380849/original/088234700_1680485869-pexels-george-shervashidze-403448_1_.jpg)









































