loading...
Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan indikasi fenomena demotivasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) akibat durasi penerimaan bantuan yang terlampau panjang. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan indikasi fenomena demotivasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) akibat durasi penerimaan bantuan yang terlampau panjang. Berdasarkan evaluasi internal, sekitar 4,5 juta warga tercatat telah menerima bansos selama lebih dari lima tahun, dengan 36.460 penerima di antaranya bahkan terus memikul status penerima selama lebih dari 18 tahun.
Tenaga Ahli Kemensos, Andi Kurniawan mengatakan, fenomena tersebut perlu segera dievaluasi karena berpotensi menutup ruang bagi kelompok masyarakat rentan lain, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terlantar, yang belum tersentuh bantuan lantaran keterbatasan kuota basis data.
"Jadi, by design, exclusion value-nya memang sangat tinggi," tegas Andi dalam Diskusi Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Warga RI Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening Bank, Begini Skema Pemberiannya
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah melakukan konsolidasi basis data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Data tunggal ini ditujukan untuk memverifikasi ulang kelayakan penerima serta menata kembali distribusi bansos agar tepat sasaran.


















































