PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital

3 hours ago 10

loading...

Pameran teknologi kelapa sawit internasional berskala besar ini akan berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. Foto/Dok

JAKARTA - Indonesia merupakan produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Bersama Malaysia, kedua negara ini menyumbang lebih dari 80% produksi minyak sawit global.

Namun berbeda dengan Malaysia yang mengekspor sebagian besar minyak sawit yang diproduksinya, Indonesia juga menjadi salah satu konsumen minyak sawit terbesar di dunia. Memanfaatkannya sebagai minyak pangan maupun sebagai bahan baku biofuel.

Selain itu program hilirisasi menjadi fokus utama kebijakan sektor perkebunan pada 2025, khususnya di industri kelapa sawit yang memegang peran signifikan dalam perekonomian nasional. Baca Juga: Sosialisasi Kerja sama dengan BPDP, AII Gelar Seminar Teknologi Kelapa Sawit

Implementasi biodiesel B40 diperkirakan menciptakan nilai tambah hingga Rp90 triliun dan membuka lebih dari 500.000 lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok. Dengan peran signifikan tersebut, PT Fireworks Indonesia kembali akan menggelar PALMEX Jakarta edisi ke-16.

Pameran teknologi kelapa sawit internasional berskala besar ini akan berlangsung pada 6-7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. PALMEX Jakarta kembali hadir untuk mempertemukan pelaku industri, pemangku kebijakan, dan investor global dengan inovasi teknologi terbaru yang mendukung produktivitas, ketahanan usaha, serta arah keberlanjutan sektor sawit Indonesia .

Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong mengatakan, PALMEX Jakarta bukan sekadar pameran. PALMEX Jakarta merupakan platform untuk para pelaku bisnis di industri kelapa sawit dapat terhubung, menemukan solusi, dan berkembang bersama.

"Dalam kondisi industri saat ini, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas rantai nilai menjadi kunci agar pelaku usaha bisa bertahan di tengah tren global menuju efisiensi, digitalisasi, dan standar keberlanjutan yang makin ketat," kata Kenny Yong, Senin (20/4/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |