Penerimaan Migas Seret, Defisit Anggaran Rusia Bengkak 32,3% Tembus Rp1.411 Triliun

3 hours ago 10

loading...

Sebuah pembangkit listrik berbahan bakar diesel di Ladang Minyak Yarakta, milik Irkutsk Oil Company (INK), di Wilayah Irkutsk, Rusia, 10 Maret 2019. FOTO/Reuters

MOSKOW - Defisit anggaran federal Rusia meningkat 32,3% secara tahunan menjadi USD79 miliar atau setara Rp1.411 triliun pada Januari-Juli 2026. Pelebaran defisit terjadi ketika penerimaan minyak dan gas Rusia merosot sementara belanja pemerintah meningkat signifikan dalam periode tersebut.

Mengutip Anadolu Ajansi, Kementerian Keuangan Rusia menyebutkan pendapatan anggaran meningkat 8,8% secara tahunan menjadi sekitar USD268 miliar selama tujuh bulan pertama 2026. Sementara itu, belanja pemerintah naik 14,5% menjadi sekitar USD346,9 miliar sehingga defisit anggaran mencapai 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) Rusia.

Baca Juga: 4 Tahun Berperang, Bagaimana Kondisi Sebenarnya Perekonomian Rusia?

Kementerian Keuangan Rusia menjelaskan pelebaran defisit terutama dipengaruhi percepatan belanja pada sejumlah pos anggaran. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah kontrak ditandatangani lebih awal dan pembayaran di muka untuk beberapa pengeluaran telah dilakukan.

Di sisi penerimaan, pendapatan Rusia di luar sektor minyak dan gas meningkat 18,3% menjadi sekitar USD212,49 miliar pada Januari-Juli 2026. Kenaikan tersebut menjadi penopang pendapatan negara di tengah penurunan penerimaan dari sektor energi.

Sebaliknya, pendapatan minyak dan gas merosot 16,8% menjadi sekitar USD55,79 miliar selama periode yang sama. Meski turun, Kementerian Keuangan Rusia menyatakan penerimaan dari sektor minyak dan gas selama tujuh bulan pertama masih berada di atas tingkat dasar yang ditetapkan dalam anggaran negara.

Read Entire Article
Prestasi | | | |