loading...
Penanganan terhadap pindar bermasalah tidak cukup hanya melalui pemberian sanksi, tapi perlu juga memastikan persoalan dapat terdeteksi lebih dini dan kepentingan lender ataupun konsumen bisa terlindungi. Foto/Dok
JAKARTA - Persoalan yang terjadi pada sejumlah penyelenggara pinjaman daring (pindar) , termasuk Akseleran dan Julo, menjadi ujian bagi semua stakeholder. Penanganan terhadap pindar bermasalah tidak cukup hanya melalui pemberian sanksi, tapi perlu juga memastikan persoalan dapat terdeteksi lebih dini dan kepentingan lender ataupun konsumen bisa terlindungi.
Persoalan yang menimpa Akseleran menjadi salah satu perhatian karena masalah tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan bisnis, tetapi juga menyangkut kepentingan lender. Keberhasilan menangani persoalan Akseleran perlu dilihat dari sejauh mana penyelesaian kewajiban kepada lender, sekaligus mencegah persoalan semakin meluas.
“Dalam kasus seperti Akseleran, ukuran keberhasilan pengawasan bukan hanya ketika sanksi diberikan. Yang lebih penting adalah seberapa cepat masalah terdeteksi dan perlindungan terhadap lender dijalankan,” kata Algooth Putranto, Direktur Evident Institut-lembaga riset kebijakan independent-pada Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Menurutnya, permasalahan yang menimpa Akseleran menjadi momentum bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem peringatan dini terhadap pindar yang mulai menunjukkan masalah keuangan ataupun tata kelola. Jika masalah baru terlihat setelah dampaknya dirasakan lender, berarti sistem deteksi dini perlu dievaluasi.


















































