Perilaku Konsumen Berubah, Pemasar Wajib Pahami Generative Engine Optimization

5 hours ago 11

loading...

Lanskap pemasaran digital tengah mengalami pergeseran fundamental seiring perubahan perilaku konsumen. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Lanskap pemasaran digital tengah mengalami pergeseran fundamental seiring perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dalam mencari informasi dan mengambil keputusan pembelian. Kondisi ini menuntut brand untuk tidak lagi sekadar mengejar traffic, tetapi membangun sistem pertumbuhan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

"Perubahan lanskap digital tidak lagi hanya soal platform baru atau fitur iklan terbaru. Menurut Whizzy Growth, transformasi terbesar justru terjadi pada cara konsumen mencari informasi dan membuat keputusan pembelian," ujar CEO Whizzy Growth Tommy Soependi dikutip, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik

Tommy menjelaskan bahwa pengguna kini semakin terbiasa mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis AI, bukan sekadar mencari informasi melalui hasil pencarian konvensional atau berselancar di media sosial dan marketplace. Fenomena ini memunculkan kebutuhan baru dalam strategi digital, yaitu Generative Engine Optimization (GEO).

Berbeda dengan Search Engine Optimization (SEO) yang berfokus pada peringkat halaman di mesin pencari, GEO adalah pendekatan optimasi konten yang dirancang agar brand dapat muncul sebagai referensi dalam jawaban yang dihasilkan oleh sistem AI. Strategi ini menekankan pada struktur informasi yang komprehensif, kredibilitas sumber, serta konsistensi data agar mudah dipahami oleh mesin pencari generatif.

Read Entire Article
Prestasi | | | |