loading...
Pesawat C-17 Globemaster Angkatan Udara AS yang terbang dari Selandia Baru ke Antartika putar balik setelah ada pemberitahuan bahwa Rusia akan luncurkan rudal. Foto/Simple Flying
WELLINGTON - Sebuah pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang berangkat dari Selandia Baru ke Antartika terpaksa berbalik arah pada hari Selasa karena peringatan aktivitas luar angkasa yang berpotensi berbahaya.
Pesawat C-17 Globemaster Amerika, menggunakan call sign (tanda panggil) ICE28, awalnya lepas landas dari Christchurch, Selandia Baru, sekitar pukul 09.00 waktu setempat tetapi kembali ke Christchurch kurang dari tiga jam kemudian karena Notice to Airmen (NOTAM) yang dikirim oleh Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru (CAA).
Baca Juga: AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara
Seorang juru bicara CAA mengatakan kepada The Hill bahwa mereka diberitahu tentang potensi aktivitas berbahaya oleh perusahaan manajemen lalu lintas udara negara Rusia. “Yang mengakibatkan diterbitkannya NOTAM yang memberitahukan pilot tentang bahaya tersebut," katanya.
Pada hari Rabu (19/8/2026), juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa mereka diberitahu oleh Rusia tentang rencana peluncuran rudal.
“[Kami] diberitahu oleh badan lalu lintas udara Rusia mengenai rencana peluncuran rudal dan potensi bahaya terkait terhadap wilayah udara internasional, di dalam Wilayah Informasi Penerbangan Kelautan (FIR) Selandia Baru,” kata CAA di situs webnya.


















































