loading...
Arab Saudi bangun aliansi militer dengan Turki dan Pakistan, Perang Yaman akan meluas. Foto/X
SANAA - Elisabeth Kendall, seorang pakar Timur Tengah dan presiden Girton College di Universitas Cambridge, mengatakan ada "kemungkinan nyata" bahwa serangan-serangan terbaru ini dapat mendorong Yaman menuju perang yang lebih luas.
Hal ini terjadi setelah rudal dan pesawat nirawak (drone) milik Houthi menghantam lokasi-lokasi militer di dalam wilayah Yaman pada hari Kamis, menewaskan sedikitnya 30 tentara pemerintah dan melukai 15 orang lainnya dalam serangan semacam itu yang pertama kalinya terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Secara teknis, perang saudara di Yaman tidak pernah benar-benar berakhir," ujar Kendall kepada Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa meskipun sempat ada gencatan senjata sejak tahun 2022, "masa berlakunya sebenarnya sudah habis."
Ia mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi pergerakan pasukan dan bentrokan, yang berarti "semua tanda-tanda peringatan itu sudah ada."


















































