loading...
Warga Kuba menjalani hidup sehari-hari di tengah sanksi dari AS. Foto/anadolu
WASHINGTON - Badan Intelijen Pusat AS (CIA) secara diam-diam membentuk satuan tugas (satgas) Kuba untuk menekan pemerintah Kuba agar melakukan perubahan ekonomi, politik, dan kepemimpinan sebagaimana dituntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kabar itu dilaporkan surat kabar The New York Times dengan mengutip sejumlah sumber.
Pembentukan satgas ini akan memungkinkan CIA untuk dengan cepat mengalihkan lebih banyak sumber daya keuangan, teknis, dan manusia ke Kuba, menurut laporan yang terbit pada hari Rabu tersebut.
Satgas ini akan mencakup petugas yang memiliki spesialisasi dalam perekrutan dan pengelolaan agen intelijen, analis intelijen, petugas yang menjalankan operasi siber, serta spesialis dalam operasi pengaruh terselubung, tambah laporan itu.
Pada hari Selasa, media Barat melaporkan—dengan mengutip dua sumber—bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan lebih banyak pasukan dan aset intelijen ke Kuba dalam beberapa bulan terakhir.
Washington mungkin akan mengalihkan fokusnya ke pulau tersebut bahkan sebelum konflik dengan Iran terselesaikan. Kuba dilaporkan tetap menjadi isu prioritas utama bagi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316891/original/052899900_1785995525-resc5eccd1b5a9db4a8f6fc169ef122493bfr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316956/original/057686700_1785997923-IMG_2383.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316982/original/024400000_1785998932-IMG_2388.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317341/original/066986500_1786008856-IMG_2390.jpeg)



































