Fundamental Kuat, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026

1 day ago 50

loading...

Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada; Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan; Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I 2026 di tengah tantangan likuiditas industri perbankan, ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan kuat, kualitas aset terjaga serta percepatan transformasi digital dan organisasi.

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam pernyataan pers, Rabu (5/6/2026).

Baca Juga: Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun Sepanjang 2025

Putrama mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan. Menurut dia, langkah tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, tata kelola yang profesional, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Transformasi digital menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis BNI. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi meningkat 110% secara tahunan. Sementara itu, pengguna BNIdirect pada segmen wholesale mencapai 280 ribu dengan volume transaksi tumbuh 17% menjadi Rp6.039 triliun.

Read Entire Article
Prestasi | | | |