loading...
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 20–24 April 2026 ditutup melemah signifikan sebesar 6,61%. Foto/Dok
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 20-24 April 2026 ditutup melemah signifikan. IHSG sepekan tercatat turun sebesar 6,61% dan berakhir di level 7.129,490 dari posisi 7.643,004 pada pekan sebelumnya.
Secara absolut, indeks kehilangan 504,514 poin, mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di pasar saham domestik. Dalam rentang perdagangan sepekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.692,145 dan terendah di 7.115,971, menunjukkan volatilitas yang cukup lebar di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif.
Penurunan ini mencerminkan tekanan yang cukup kuat di pasar saham domestik, seiring meningkatnya aksi jual, terutama oleh investor asing. Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell).
Baca Juga: IHSG Berakhir Ambruk 3,38% ke 7.129, Seluruh Sektor Memerah
Sepanjang pekan, nilai net sell asing mencapai sekitar Rp2,95 triliun, mencerminkan masih adanya tekanan keluar dana dari pasar domestik. Secara transaksi, investor asing membukukan nilai jual sebesar Rp31,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp28,85 triliun.
Koreksi IHSG juga sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar yang tercatat menyusut 6,59% menjadi Rp12.736 triliun, dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelumnya. Pelemahan ini menunjukkan berkurangnya nilai keseluruhan emiten di pasar, seiring tekanan harga saham di berbagai sektor.


















































