loading...
Iran masih mengendalikan Selat Hormuz. Foto/mehr
TEHERAN - Press TV, saluran berita milik negara Iran, melaporkan pembicaraan antara Teheran dan Muscat telah memasuki "tahap baru". Menurut laporan itu, "kesepakatan bilateral sudah di depan mata".
Mengutip seorang pejabat senior Iran, saluran tersebut menyatakan, “Pembicaraan itu bertujuan membentuk koridor tengah melintasi Selat Hormuz guna menjamin keselamatan pelayaran sekaligus melindungi hak-hak Iran sebagai negara pantai."
Menurut pejabat tersebut, begitu beroperasi, koridor baru ini akan menggantikan rute utara dan selatan yang ada saat ini.
Selat tersebut—jalur air dengan lebar hanya 34 km (21 mil)—merupakan jalur pelayaran internasional sebelum Iran menutupnya sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel.
Sebelum perang, kapal-kapal mengikuti skema pemisahan lalu lintas dua arah yang diadopsi PBB, dengan koridor pelayaran yang melintasi perairan Iran maupun Oman.











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316891/original/052899900_1785995525-resc5eccd1b5a9db4a8f6fc169ef122493bfr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316956/original/057686700_1785997923-IMG_2383.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316982/original/024400000_1785998932-IMG_2388.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317341/original/066986500_1786008856-IMG_2390.jpeg)

































