loading...
PM Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama kedua negara. Foto/BPMI Setpres
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menandatangani perjanjian terbesar kedua negara dalam 30 tahun terakhir atau sejak perjanjian tahun 1995 antara Presiden Soeharto dengan PM Paul Keating.
Albanese meninggalkan Canberra pada Kamis sore untuk kujungan tiga hari ke Indonesia. Inti dari kunjungan tersebut, yang juga diikuti Menteri Luar Negeri Penny Wong, adalah Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang baru.
Baca Juga: Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia
Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemitraan keamanan antara kedua negara “ke tingkat yang baru” demi kepentingan keamanan bersama dan keamanan kawasan.
Berbicara dari Jakarta pada hari Jumat (6/2/2026), Albanese mengatakan, "Kesepakatan ini sangat penting bagi kepentingan nasional Australia."
“Tetapi, juga merupakan hubungan yang penting di kawasan kita,” katanya lagi.
PM Albanese melanjutkan, kesepakatan tersebut adalah yang paling substansial sejak perjanjian 1995 antara Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, dan PM Australia Paul Keating.
“Yang penting, ini adalah satu tingkat lebih tinggi daripada perjanjian Keating, karena perjanjian itu berada di tingkat yang lebih rendah, ini berada di tingkat pemimpin dan menteri,” kata Albanese.
“Jadi, ini menunjukkan sesuatu tentang sentimen perjanjian tersebut," paparnya, seperti dikutip dari news.com.au.


















































