BEM UI Kecewa Polisi Halangi Unjuk Rasa Mahasiswa di Bundaran HI

4 hours ago 4

loading...

Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra mengungkapkan kekecewaannya karena aparat kepolisian menghalangi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Foto: Achmad Al Fiqri

JAKARTA - Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Fatimah Azzahra mengungkapkan kekecewaannya karena aparat kepolisian menghalangi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Meski demikian, dia menilai aksi di Jalan Jenderal Sudirman telah mencapai tujuan.

"Kita tetap merasa goals kita tercapai sih sebenarnya. Karena kita hanya ingin menyuarakan apa sih yang menjadi pikiran kita, apa sih yang menjadi tuntutan kita," ujar Fatimah di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Larang Aksi Mahasiswa di Bundaran HI, Khawatir Lumpuhkan Jakarta

Pihaknya ingin mengekspresikan tuntutan dalam unjuk rasa. Namun, dia kecewa polisi menghalangi titik unjuk rasa di Bundaran HI. "Pada akhirnya harus dikecewakan karena harapan kita untuk bisa mengungkapkannya di Bundaran HI dihalangi kembali," ucapnya.

"Dengan kita tiba-tiba dihadang dengan alasan yang juga tidak jelas gitu ya, kecuali dalam hukum tertulis tidak boleh aksi di Bundaran HI ya kita nggak akan aksi di Bundaran HI. Tapi kan aturannya sebenarnya tidak melarang," ungkapnya.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tak mempersoalkan unjuk rasa di Bundaran HI. "Sehingga kita mempertanyakan saja sih, ini bentuk apa kalau bukan bentuk untuk demokrasi setengah-setengah?" ucapnya.

Kendati demikian, dia meminta pemerintah perlu menyikapi tuntutan unjuk rasa kali ini dengan serius. "Seandainya pemerintah tidak ingin dianggap demokrasinya setengah-setengah, ya mereka yang harus memikirkan bagaimana cara mereka merespons demonstrasi mahasiswa," ujar Fatimah.

(jon)

Read Entire Article
Prestasi | | | |